Jl. Nira Watro, Desa Kmp. Baru , Kec. Banda, Maluku Tengah, Maluku 97593 | (0910) 21013 / (0910) 21013 | sma1_banda@yahoo.co.id

AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KELAS XI

Selasa, 28 Juli 2020 06:39


AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KELAS XI

A. Pentingnya Memiliki Sifat Syaja’ah

Allah Swt. memerintahkan kepada orang-orang yang beriman agar tidakmenjadi penakut dan pengecut. Karena rasa takut dan pengecut akan membawakegagalan dan kekalahan. Keberanian adalah tuntutan keimanan. Iman padaAllah Swt. mengajarkan kita menjadi orang-orang yang berani menghadapiberagam tantangan dalam hidup ini. Tantangan utama yang kita hadapi adalahmemperjuangkan kebenaran, meskipun harus menghadapi berbagai rintangan.Rasulullah saw. menjelaskan dalam sabdanya:Artinya: “Katakanlah yang benar walaupun itu pahit” (H.R. Ahmad).Islam tidak menyukai orang yang lemah/penakut. Orang yang lemah/penakutbiasanya tidak berani untuk mempertahankan hidup sehingga gampang putus asa.Ketakutan itu diantaranya karena takut dikucilkan dari lingkungannya. Takutkarena berlainan sikap dengan banyak orang atau takut untuk membela sebuahkebenaran dan keadilan.Keberanian dalam ajaran Islam disebut Syaja’ah. Syaja’ah menurut bahasaartinya berani. Sedangkan menurut istilah syaja’ah adalah keteguhan hati, kekuatanpendirian untuk membela dan mempertahankan kebenaran secara jantan danterpuji. Jadi syaja’ah dapat diartikan keberanian yang berlandaskan kebenaran,dilakukan dengan penuh pertimbangan dan perhitungan untuk mengharapkankeridaan Allah Swt.Keberanian (syaja’ah) merupakan jalan untuk mewujudkan sebuah kemenangandalam keimanan. Tidak boleh ada kata gentar dan takut bagi muslim saatmengemban tugas bila ingin meraih kegemilangan. Semangat keimanan akanselalu menuntun mereka untuk tidak takut dan gentar sedikit pun. Allah Swt.berfirman:Artinya: “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedihhati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya),jika kamu orang-orang yang beriman”. (Q.S. Ali Imr±n/3: 139)

B. Pentingnya Memiliki Sifat Jujur

merupakan akhlak mulia yang akan mengarahkan pemiliknya kepada kebajikan,sebagaimana dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw.,Artinya: “Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Telahbersabda Rasulullah: “Sesungguhnya jujur itu membawa kepadakebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga....” (H.R. Muslim)Sifat jujur merupakan tanda keislamanseseorang dan juga tandakesempurnaan bagi si pemilik sifattersebut. Pemilik kejujuran memilikikedudukan yang tinggi di duniadan akhirat. Dengan kejujurannya,seorang hamba akan mencapai derajatorang-orang yang mulia dan selamatdari segala keburukan.Dapat kita saksikan dalamkehidupan sehari-hari bahwa orangyang jujur akan dipermudah rezekidan segala urusannya. Contoh yang perlu diteladani adalah kejujuran, NabiMuhammad saw. ketika belau dipercaya oleh Siti Khadijah untuk membawabarang dagangan lebih banyak lagi. Selama membawa barang dangan tersebut,beliau selalu menerapkan kejujuran. Kepada para pembelinya, beliau selalu berkatajujur tentang kondisi barang dangan yang dijualnya. Sifat jujur yang dilakukanoleh Nabi Muhammad saw. selama berdagang mendatangkan kemudahan dankeuntungan yang lebih besar. Apa yang dilakukan Nabi Muhammad saw. adalahcontoh dalam kehidupan sehari-hari tentang hikmah perilaku jujur. Kamu dapatmencari contoh lainnya.Sebaliknya, orang yang tidak jujur atau bohong akan dipersulit rezeki dansegala urusannya. Orang yang pernah berbohong akan terus berbohong karenauntuk menutupi kebohongan yang diperbuat, dia harus berbuat kebohongan lagi.Bersyukurlah bagi orang yang pernah berbohong kemudian sadar dan mengakuikebohongannya itu sehingga terputusnya mata rantai kebohongan.Kejujuran berbuah kepercayaan, sebaliknya dusta menjadikan orang lain tidakpercaya. Jujur membuat hati kita tenang, sedangkan berbohong membuat hatimenjadi was-was. Contoh seorang siswa yang tidak jujur kepada orang tua dalamhal uang saku, pasti nuraninya tidak akan tenang apabila bertemu. Apabila orang

tuanya mengetahui ketidakjujuran anaknya, runtuhlah kepercayaan terhadap anaktersebut. Kegundahan hati dan kekhawatiran yang bertumpuk-tumpuk berisikomenjadi penyakit.Menurut tempatnya, jujur itu ada beberapa macam, yaitu jujur dalam hati atauniat, jujur dalam perkataan atau ucapan, dan jujur dalam perbuatan.

1. Jujur dalam niat dan kehendak,yaitu motivasi bagi setiap gerakdan langkah seseorang dalamrangka menaati perintahAllah Swt. dan ingin mencapairi«a-Nya. Jujur sesungguhnyaberbeda dengan pura-purajujur. Orang yang pura-purajujur berarti tidak ikhlas dalamberbuat.

2. Jujur dalam ucapan, yaitu memberitakan sesuatu sesuai dengan realitas yangterjadi. Untuk kemaslahatan yang dibenarkan oleh syari’at seperti dalam kondisiperang atau mendamaikan dua orang yang bersengketa atau perkataan suamiyang ingin menyenangkan istrinya, diperbolehkan untuk tidak mengatakanhal yang sebenarnya. Setiap hamba berkewajiban menjaga lisannya, yakniberbicara jujur dan dianjurkan menghindari kata-kata sindiran karena halitu sepadan dengan kebohongan. Benar/jujur dalam ucapan merupakan jeniskejujuran yang paling tampak dan terang di antara macam-macam kejujuran.

3. Jujur dalam perbuatan, yaitu seimbang antara lahiriah dan batiniah hinggatidaklah berbeda antara amal lahir dan amal batin. Jujur dalam perbuatan inijuga berarti melaksanakan suatu pekerjaan sesuai dengan yang diri«ai Allah Swt.dan melaksanakannya secara terus-menerus dan ikhlas.Merealisasikan kejujuran, baik jujur dalam hati, jujur dalam perkataan, maupunjujur dalam perbuatan membutuhkan kesungguhan. Adakalanya kehendak untukjujur itu lemah, adakalanya pula menjadi kuat.

C. Harus Berani JujurPada pembahasan sebelumnya, telah dijelaskan mengenai arti sebuah kejujuran.Kejujuran akan membawa kepada kebaikan dan kebaikan akan dapat membawake surga. Sebaliknya, betapa berbahayanya sebuah kebohongan.

Kebohonganakan mengantarkan pelakunya tidak dipercaya oleh orang lain.Ketika seseorang sudah berani menutupi kebenaran, bahkan menyelewengkankebenaran untuk tujuan jahat, ia telah melakukan kebohongan. Kebohongan yangdilakukannya itu telah membawa kepada apa yang dikhianatinya itu.Artinya: “...Barangsiapa berkhianat, niscaya pada hari kiamat dia akan datangmembawa apa yang dikhianatkannya itu. Kemudian setiap orang akandiberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang dilakukannya,dan mereka tidak dizalimi.’’ (Q.S. Ãli ‘Imr±n/3: 161)Abu Bakr bin Abi Syaibah menuturkan kepada kami. Dia berkata; Yazid binHarun menuturkan kepada kami. Dia berkata; Abdul Malik bin Qudamah al-Jumahi menuturkan kepada kami dari Ishaq bin Abil Farrat dari al-Maqburi dariAbu Hurairah -radhiyallahu’anhu-, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,Artinya: “Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh denganpenipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan, sedangkan orang yangjujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya, sedangkan orangyang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu,Ruwaibidhah berbicara.” Ada sahabat yang bertanya, “Apa yangdimaksud Ruwaibidhah?” Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turutcampur dalam urusan masyarakat luas.” (H.R. Ibnu Majah).

Menjaga amanah ialah menunaikandengan baik terhadap hak-hak Allah Swt.dan hak-hak manusia tanpa terpengaruholeh perubahan keadaan, baik susah maupunsenang.Ada beberapa hikmah yang dapat dipetikdari perilaku jujur, antara lain sebagaiberikut.

1. Perasaan enak dan hati tenang. Jujur akanmembuat hati kita menjadi tenang, tidaktakut akan diketahui kebohongannyakarena tidak berbohong

.2. Mendapatkan kemudahan dalam hidup

3. Selamat dari azab dan bahaya

.4. Membawa kepada kebaikan, dan kebaikan akan menuntun kita ke surga.

5. Dicintai oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya.

Menerapkan Perilaku Mulia

Kita harus menanamkan kesadaran pada diri kita untuk selalu berani membelakebenaran dan berperilaku jujur, baik kepada Allah Swt., orang lain, maupun dirisendiri. Jika kita sudah bisa membiasakan berperilaku jujur, kita akan mendapatkanhikmah yang luar biasa dalam kehidupan sehari-hari.Kita harus menyadari dan mengetahui akibat dari kebohongan sehinggakita bisa menjauhi sifat buruk tersebut. Contoh akibat dari kebohongan adalahhilangnya kepercayaan orang lain terhadap kita, susah mendapatkan teman bahkantidak memiliki teman, dan susah mendapat pekerjaan karena tidak dipercaya.Berperilaku berani membela kebenaran dan jujur terkadang sangat pahit padaawalnya, tetapi buah manis akan didapat di akhirnya.Perilaku berani membela kebenaran dan jujur dapat diterapkan dalam berbagaihal dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkunganmasyarakat di mana kita tinggal. Berikut ini cara menerapkan perilaku beranimembela kebenaran dan jujur.

1. Di sekolah, kita meluruskan niat untuk menuntut ilmu, mengerjakan tugastugasyang diberikan oleh ibu bapak/guru, tidak menyontek pekerjaanteman, melaksanakan piket sesuai jadwal, menaati peraturan yang berlakudi sekolah, dan berbicara benar dan sopan baik kepada guru, teman ataupunorang-orang yang ada di lingkungan sekolah.2. Di rumah, kita meluruskan niat untuk berbakti kepada orang tua danmemberitakan hal yang benar. Contohnya, tidak menutup-nutupi suatumasalah pada orang tua dan tidak melebih-lebihkan sesuatu hanya untukmembuat orang tua senang.3. Di masyarakat, kita melakukan kejujuran dengan niat untuk membangunlingkungan yang baik, tenang, dan tenteram. Hal tersebut dapat terwujuddengan tidak mengarang cerita yang dapat membuat suasana di lingkungantidak kondusif dan tidak membuat berita bohong. Ketika diberi kepercayaanuntuk melakukan sesuatu yang diamanahkan, harus dipenuhi dengansungguh-sungguh, dan lain sebagainya.

 

Artikel Terkait

Tambah Komentar

Komentar

Komentar tidak ditemukan